Pidato Tahun Baru Hijriyah (2)

Assalamu’alaikum wr.wb

 

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Wabihi nasta’inu ngala umuriddun ya waddain, wassolatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiyai wal mursalin, wa’ala aalihi wa ashabihi ajma’in. Robbish rohli shodri wayasirli amri wahlul ‘uqdatam millisani yafqohu qouli. Ama’ ba’du.

Yang terhormat dewan yuri lomba Khitobah,

Yang kami hormati bapak-bapak, ibu-ibu guru yang selalu berbicara dengan cinta kepada murid-muridnya, sang penebar ilmu di muka bumi,

Teman-teman peserta lomba, calon da’i yang saya cintai.

Hadirin Rokhimakumulloh,

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah mengkaruniakan berjuta nikmat kepada kita semua, satu diantaranya adalah, bahwa saat ini hati kita digerakkan oleh Allah untuk bisa menghadiri majelis yang mulia ini. Banyak saudara-saudara kita yang sehat tapi tidak menghadiri majelis ini, banyak saudara-saudara kita yang sebenarnya sempat tapi tidak mau menghadirinya. Itu karena Allah tidak menggerakkan hatinya untuk menghadiri majelis yang mulia ini.

Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, HERO kita Nabi Muhammad saw yang telah menyelamatkan ummat dari kejahiliyahan yang biadab dan merendahkan nilai-nilai moral, serta menindas, menuju kecerahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan dan membebaskan serta menjunjung tinggi hak-hak dasar manusia, terlebih lagi terhadap perempuan.

Hadirin Rokhimakumulloh,

Pada kesempatan yang mulia ini, saya akan membahas tentang “Sejarah Tahun Islam”

Hadirin Rokhimakumulloh,

Pada suatu musim haji, Rasulullah menyampaikan seruan Islam pada kabilah-kabilah Arab sebagaimana yang beliau lakukan pada setiap muslim. Beliau berada di tempat yang bernama ‘Aqabah, lalu beliau bertemu dengan jamaah dari Khazraj. Rasulullah SAW berkata kepada mereka, “siapa kalian?” mereka menjawab: “kami berasal dari kelompok Khazraj.” Beliau berkata,”apakah kalian termasuk pembantu kaum Yahudi?” mereka menjawab:”benar.”Beliau berkata,”maukah kalian duduk bersama aku karena aku ingin sedikit berbicara degan kalian.”mereka menjawab:”boleh.” Kemudian mereka duduk bersama Nabi lalu beliau mengajak mereka untuk mengikuti agama Allah SWT.

Keenam lelaki itu kembali ke kota Madinah yang berubah namanya menjadi Madinah Munawarah yang sebelumnya bernama Yatsrib di zaman jahiliah. Allah SWT berkehendak untuk meneranginya dengan Islam. Para lelaki itu kembali ke Madinah dan mereka membawa Islam di hati mereka sehingga banyak orang yang masuk Islam.

 

Hadirin Rokhimakumulloh,

Kemudian pada musim haji berikutnya datanglalah dari Madinah dua belas orang lelaki dari orang-orang yang beriman yang diantara mereka terdapat enam orang yang Rasulullah SAW telah berdakwah kepada mereka pada musim yang dulu dan Nabi SAW menemui mereka di ‘Aqabah. Kemudian Nabi saw melakukan ba’iat atau perjanjian pada mereka agar mereka mempertahankan keimanan dan membela dakwah, kebenaran serta kemanusiaan.

Kaum lelaki itu kembali ke Madinah disertai salah seorang yang terpercaya dari tokoh Islam yaitu Mus’ab bin Umair yang menjadi utusan Rasulullah SAW di Madinah dan dia mengajari manusia tentang Islam dan mengajari membaca Al-Qur’an dan menyerukan kebenaran kepada manusia sehingga tersebarlah Islam di Madinah.

Demikian, pergilah tujuh puluh penduduk Madinah Munawarah ke Mekkah, Mereka pergi ke ‘Aqabah dalam keadaan sendirian dan berkelompok-kelompok. Islam telah memenuhi hati mereka sehingga hati mereka dipenuhi cinta kepada Allah SWT dan RasulNya serta kaum muslim. Orang-orang yang baik itu datang dan berbaiat atau berjanji kepada Rasulullah SAW untuk membela beliau, menolong dan melindunginya serta siap untuk mati di jalannya.

Hadirin Rokhimakumulloh,

Tatkala Nabi Muhammad SAW melihat tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Madinah itu, disuruhlah para sahabat berpindah ke sana. Orang-orang Quraisy sangat terperanjat setelah mengetahui perkembangan Islam di Madinah. Mereka merasa khawatir jika Nabi Muhammad SAW berkuasa di Madinah dapat mengancam keselamatan dan masa depan mereka. Oleh karena itu sebelum terlambat, mereka harus bertindak cepat dan tegas terhadap Nabi Muhammad SAW selagi belum pindah ke Madinah. Maka bersidanglah pemuka-pemuka Quraisy di Daarun Nadwah untuk merencanakan pembunuhan Nabi Muhammad SAW.

Hadirin Rokhimakumulloh.

Rencana keji kaum Quraisy ini telah diketahui oleh Nabi Muhammad SAW dan beliau diperintahkan oleh Allah SWT agar segera pindah ke Madinah. Hal ini beliau beritahukan kepada sahabatnya Abu Bakar. Abu Bakar minta kepada Nabi suapaya diizinkan menemani beliau dalam perjalanan bersejarah.

Pada malam hari, waktu pemuda-pemuda Quraisy sedang mengepung rumah Nabi dan siap akan membunuh beliau, Rasulullah berkemas-kemas untuk meninggalkan rumah. Disuruhlah Ali bin Abi Thalib menempati tempat tidur beliau supaya orang-orang quraisy mengira bahwa beliau masih tidur. Ali juga diperintahkan mengembalikkan barang-barang yang dititipkan kepada beliau kepada pemiliknya. Kemudian dengan diam-diam beliau keluar dari rumah. Dilihatnya pemuda-pemuda yang mengepung rumah beliau sedang tidur tak sadarkan diri. “Alangkah kejinya mukamu” kata Rasulullah Saw seraya meletakan pasir di atas kepala mereka. Dengan sembunyi-sembunyi beliau pergi menuju rumah Abu Bakar, Kemudian mereka keluar dari pintu kecil di belakang rumah menuju sebuah gua Tsuur selatan koa Mekah untuk bersembunyi di gua itu.

Hadirin Rokhimakumulloh.

Setelah pemuda Quraisy mengetahui bahwa Nabi tidak ada di rumah dan terlepas dari kepungan mereka, maka mereka menjelajahi seluruh kota untuk mencari Nabi tetapi tidak juga bertemu. Akhirnya mereka sampai juga di gua Tsuur tempat Nabi dan Abu Bakar bersembunyi. Tetapi dengan perlindungan Allah di muka gua itu terdapat sarang laba-laba berlapis-lapis, seolah-olah terjadinya telah lama sebelum Nabi dan Abu Bakar masuk ke dalamnya. Melihat keadaan yang demikian, pemuda Quraisy itu sedikitpun tidak menaruh curiga. Setelah tiga hari lamanya mereka bersembunyi dalam gua itu dan keadaan sudah diraskan aman, maka Nabi dan Abu Bakar barulah mneruskan perjalanan menyusuri pantai Laut Merah dan Ali bin Abi Thalib menyusul kemudian. Mereka menuju kota Madinah.

Hadirin Rokhimakumulloh.

Atas saran Ali bin Abi Tahlib maka kepindahan Nabi dari Mekah ke Madinah disebut dengan tahun Hijriyah dan ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khatab. Ditanggali pertama kalinya saat Rasullah berhijrah ini. Tahun hijriah ini sebagai tahun Islam.

Hadirin Rokhimakumulloh.

Demikian yang bisa saya sampaikan sebagai tadzkirah untuk kita semua. Jika yang saya sampaikan benar, kebenaran itu berasal dari rahasia-rahasia kebenaran Allah yang muncul begitu saja dari mulut saya, tapi jika yang saya sampaikan slah, kesalahan itu bermuara dari pribadi saya yang lemah. Sekian terima kasih

 

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: