PIDATO HARI KARTINI1

Assalamu’alaikumWr. Wb

Yang terhormat Bapak Kepala UPt dinas Dikpora Kec. Kutowinangun

Yang saya hormati dewan yuri lomba pidato

Yang saya hormati segenap hadirin serta teman-teman peserta lomba pidato yan berbahagia

Terlebih dahulu, marilah kita panjtakan puja-puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik, hidayah, serta inayahNya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama.

Shalawat serta salam selalu tercurah kepada nabi agung Muhammad SAW semoga kita termasuk umatnya yang mendapat syafaat di yaumil kiyamah. Amin

Bapak/Ibu yang saya hormati, ada pepatah mengatakan tak kenal maka ta’aruf. Maka saya akan memperkenalkan diri saya sendiri, nama saya ……………

Bapak/Ibu yang saya hormati, derajad dan hak sama, pada masa lalu tidak diberikan kepada kaum wanita khususnya wanita Indonesia. Persamaan hak azazi tersebut masih terbelenggu oleh adat istiadat kaum ningrat. Namun seorang muslimah yang berjiwa patriot tak menerima nasibnya begitu saja, dialah Raden ajeng Kartini. Data sejarah menunjukkan bahwa R.A kartini adalah seorang Muslimah yang baik dan tekun beribadah sebagaimana kita ketahui sejak dahulu Jepara adalah salah satu di antara sekian banyak pusat penyebaran agama Islam.

Atas jasa-jasa dan perjuangan Ibu Kartini maka kaum wanita Indonesia bangkit dari ketidakberdayaan. Sehingga setelah Indonesia merdeka kaum wanita dapat duduk dan berdiri sejajar dengan kaum lelaki.

Kini kaum wanita sudah dapat menduduki segala lapangan kedudukan dan pekerjaan. Ada yang jadi guru, polisi,ekonomi, konglomerat dan ada juga yang menjadi menteri. Bahkan Kebumen pernah dipimpin oleh seorang Bupati wanita dan Indonesia juga pernah dipimpin oleh seorang wanita. Semua itu tak lepas dari jasa perjuangan Ibu Kartini yang mengobarkan persamaan hak dan kedudukan.

Namun ada satu hal yang perlu dingat, ada sebuah sabda yang mengatakan bahwa baik buruk suatu negara tergantung kaum wanita, jika baik akhlak atau budi pekerti kaum wanitanya maka baiklah negara itu, namun jika buruk akhlak atau budi pekerti kaum wanitanya maka rusak pula negara itu demikian pula dengan suatu keluarga.

Mengapa demikian ?

Wanita fisiknya memang lemah tapi ia punya pengaruh besar terhadap keluarga. Seorang anak biasanya lebih dekat kepada ibunya. Jika baik akhlak dan perangai ibunya maka baik pula warna kehidupan anak tersebut dan sang ibu akan mampu menyiapakan anak-anaknya untuk meneruskan jejak para pejuang bangsa. Namun jika buruk perangai ibunya, anak-anaknya pun akan terkena radiasi sifat-sifat buruk tadi.

Demikan yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat bagi hadirin serta diri saya sendiri. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para hadirin saya mohon maaf. Atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: