Menghambat Proses Penuaan

Tak seorang pun dapat menghentikan proses penuaan. Siklus ini ditandai dengan tahap-tahap menurunnya berbagai fungsi organ tubuh. Misal pada penglihatan, pendengaran, pencernaan, pernapasan dan pembuluh darah.

Proses ini paling jelas terlihat pada perubahan kulit yang semula kencang kemudian menjadi berkerut-kerut. Hal ini terjadi karena kelenjar pelumas dan daya elastisitas dari serabut kulit mulai berkurang. Kerut-kerut penuaan ini akan jelas terlihat pada daerah sekitar mata, pipi, leher dan tangan. Pada kebanyakan perempuan terjadi menopause disusul dengan menurunnya produksi hormon estrogen. Pada proses ini kulit dan jaringan lain akan menipis dan tidak lentur lagi. Juga akan muncul uban pada rambut.

Banyak cara ditempuh untuk menghambat laju proses penuaan, dari cara fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga fungsi organ-organ tubuh dapat bertahan lebih lama.

Terapi herbal dapat dilakukan untuk menahan laju proses penuaan. Salah satu racikan alternatif yang disampaikan herbalis Bambang Sudewo adalah berbahan 30 gram bayam, 30 gram seledri, 30 gram wortel, 30 gram lidah buaya, 20 gram jamur tiram. Seluruh bahan dicuci bersih, diiris-iris atau dirajang, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 2 kali sehari setelah makan.

Atau dengan jus buah dan sayuran yang bahannya terdiri 40 gram alpukat, 20 gram tomat, 30 gram apel, 20 gram rumput laut. Seluruh bahan diblender dengan setengah gelas air bersih, hasilnya diminum pada pagi hari sebelum makan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: